Matematika Politik Kekuasan

Matematika Politik Kekuasan

politik uang

Matematika merupakan salah satu bagian dalam ilmu pasti. Perhitungan merupakan esensi dari matematika. Mengapa ada matematika politik kekuasaan? Karena kekuasaan merupakan sebuah tindakan politis yang membutuhkan sebuah perhitungan. Perhitungan dalam tindakan politis dapat dilihat dari; bagaimana pelaku tindakan politik mempertimbangkan kebijakan politik demi suatu tujuan.

Paper ini, mau melihat perhitungan politik kekuasaan dari tiga posisi. Setiap posisi memiliki perhitungan masing-masing dimana perhitungan itu bertujuan untuk mempertahankan tujuan masing-masing. Di sini Machiavelli, Kant, Montesquieu dan Hanna Arendt memiliki perhitungan sendiri terhadap tindakan politis yang mereka ambil.

Matematika Politik Kekuasaan “Milik” Penguasa(Machiavelli)
Menurut Machiavelli, rakyat adalah merupakan kekuatan negara. Ia merupakan sumber kekuatan untuk berkuasa. Jika seorang pemimpin bisa menguasai dengan baik hati dengan rakyatnya, maka kekuasaan terjamin, setidaknya oleh rakyaknya sendiri. Namun, jika seorang pemimpin tidak sanggup menguasai hati rakyaknya, maka kekuasaannya tidak akan bertahan lama.

Di sini Machiavelli melihat rakyak merupakan objek kekuasaan dan tidak bisa dipercaya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus berani dan memiliki strategi untuk menguasai rakyat. Bagi Machiavelli, seorang pemimpin harus memiliki keutamaan-keutamaan yang bisa memanipulasi dan memotorti setiap kegiatan masyarakat
Seorang pemimpin harus cerdik melihat peluang-peluang yang ada untuk mempertahankan kekuasaannya. Di sini perhitungan politisnya adalah bagaimana seorang penguasa membangun sebuah strategi politik untuk mempertahankan kekuasaan. Perhitungan politik Machiavelli juga mempertimbangkan rakyak. Jika penguasa mampu merebut hati rakyat, maka kekuasaannya akan bertahan.

Di sini Machiavelli mengajak para penguasa untuk melakukan tidakan matematis. Penguasa harus pandai berhitung dalam mengambil sebuah kebijakan untuk masyarakat. Perhitungan itu bertujuan untuk menilai apakah kebijakan yang ambil dapat merebut hati rakyat atau tidak? Jika 60 % kebijakan yang dibuat diterima masyarakat, maka kekuasaanya dapat bertahan. Karena kekuatan yang 40% dapat dikalahkan oleh yang 60%.
Matematika politik kekuasaan menurut Machiavelli harus dipegang oleh penguasa. Perhitungan itu merupakan bagian dari strategi untuk mempertahan kekuasaan. Hasil yang pasti merupakan ciri khas dari matematika. Dalam menjalankan kekuasaan, seorang penguasa harus memiliki sebuah patokan yang pasti dan berlaku untuk semua masyarakat. Sehingga penguasa harus membuat tata aturan dengan sebuah permainan perhitungan untuk mempertahankan kekuasaan.

Dampak dari semua perhitungan itu adalah dukungan dari rakyat. Rakyat akan mendukung terus jika hasil perhitungan politik penguasa menarik hati masyarakat. Akan tetapi, jika seorang penguasa salah melakukan perhitungan, maka kekuasaanya akan hilang dan rakyat akan meninggalkan dia.

Matematika Politik Kekuasaan “Milik” Publik(Kant)
Kant melihat rakyat adalah manusia-manusia ambius yang mendorong mereka untuk berkompetisi secara bebas yang bisa mengaktualisasikan diri dan dapat memberikan sumbangan bagi negara. Setiap pribadi memiliki potensi yang berbeda-beda sehingga mereka tidak melakukan sesuatu secara bebas.

Kant melihat rakyat sebagai salah satu potensi untuk kemajuan negara. Kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat yang berbeda-beda membuat negara menjadi kaya, karena semua potensi untuk kemajuan sebuah bangsa ada. Di sini peran pemerintah adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berkembang, berkompentisi untuk memberikan yang terbaik bagi negara.

Kant membiarkan masyarakat untuk melakukan perhitungan. Mengapa? Karena rakyat memiliki potensi yang tidak diketahui oleh negara dan perhitungan itu harus bertujuan untuk kesejahteraan umum. Bagi Kant, negara hanya berperan sebagai pengawas dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi, negara harus memberi tata aturan kepada masyarakat untuk menjaga kebebasan masyarakat dalam melakukan perhitungan.

Kebebasan yang diberikan negara kepada masyarakat, bukanlah sebuah situasi seperti yang diusulkan oleh para pemikir liberal klasik seperti Lock yang terlalu percaya bahwa individu-individu bebas melakukan apa saja dan negara hanya sebagai “penjaga malam” . Kant melihat pandangan itu terlalu optimis dan naïf. Dia melihat bahwa perlu ada konstitusi yaitu aturan yang terstruktur yang dapat memastikan bahwa setiap orang bisa bebas sampai pada batas tertentu. Batasan itu adalah apabila kebebasan individu tidak melukai kebebasan orang lain.
Menurut saya, Kant sebenarnya mau melindung rakyat dari kompetisi yang tidak sehat. Rakyat diberikan kekebasan untuk melakukan berbagai perhitungan politis, akan tetapi perhitungan itu harus mempertimbangkan perhitungan orang lain.

Matematika Politik Kekuasaan Milik Negara dan Publik  (Montesquieu dan Hanna Arendt)
Keadaan alamiah manusia menurut Montesquieu adalah makhluk yang nervous dihadapan yang lain. Dia memiliki kemampuan untuk mengetahui, dia belum berspekulasi tentang hal-hal lain. Dalam pandangannya semua hal sederajat. Mereka berupaya untuk mempertahankan hidupnya dalam upaya meraih tujuannya. Maka dari itu, manusia tidak memiliki dorongan untuk saling menyerang karena mereka merasa lemah dihadapan yang lain. Sehingga keadaan alamiah manusia hidup dalam kedamaian.

Ketakutan yang dimiliki manusia dalam keadaan alamiahnya itu membuat mereka saling menjauh dan karena sikapnya itu, mereka juga mengetahui bahwa orang lain juga takut terhadapnya, sehingga timbulah daya dorongan untuk saling mendekat. Di sinilah awal yang baik untuk membangun sebuah kerja sama antar manusia untuk membentuk sebuah tatanan yang utuh dalam masyarakat.

Bagi Montesquieu, sifat saling membutuhkan memunculkan sikap saling mengisi antara masyarakat dan negara. Masyarakat berhak untuk menilai kebijakan pemerintah dan begitu pula sebaliknya. Montesquieu sangat menekankan sistem pembagian kekuasaan yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif . Sistem pembagian kekuasan ini merupakan sebuah perhitungan yang adil, dimana semua orang berperan didalamnya.

Seperti Montesquieu, Hanna Arendt mengatakan individu akan mengenali potensi dirinya ketika berhubungan dengan orang lain. Kehadiran bagi Hanna Arendt merupakan penemuan eksistensi atau penemuan jati diri manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa ruang publik merupakan tempat dimana orang bisa menemukan jati diri sebagai pribadi yang potensial.

Hanna Arendt berpandangan bahwa manusia terlahir untuk kebebasan. Artinya, eksistensi manusia adalah bertindak, sebab melalui tindakan manusia menemukan kelahirannya kembali dalam tindakannya yang spontan, tak terduga dan tidak pasti.

Perhitungan matematis politik kekuasaan bagi Hanna Arendt sangat dibutuhkan untuk menjaga ruang publik yang menjadi tempat bagi setiap individu melakukan tindakan politis. Jadi kekuasaan itu bukan untuk mencapai tujuan diluar dirinya sendiri melainkan untuk melindungi tindakan dan komunikasi. Dengan kata lain, kekuasaan bagi Hanna Arendt terlahir karena adanya ruang publik yang membuat orang mengungkapan diri melalui tindakan dan komunikasi.

Ruang publik digambarkan sebagai jembatan penghubung kepentingan pribadi individu-individu dalam kehidupan keluarga dengan tuntutan serta kepentingan pribadi kehidupan sosial dan publik yang muncul dalam konteks kekuasaan negara. Ruang publik terdiri dari organ -oraga penyedia informasi, sehingga pada tempat-tempat seperti ini , kebebasan berbiacara, berkumpul, dan berpartisapasi dalam debat politi sangat dijunjung tinggi

Hanna Arendt dan Montesquieu sama-sama melihat bahwa perhitungan matematis politik kekuasaan berada di tangan negara dan publik. Adanya kerja sama timbal balik demi sebuah tujuan bersama. Negara memberikan ruang dan membimbing masyarakat untuk kemajuan. Negara juga turut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dengan memberikan mereka ruang sehingga mereka dapat menemukan potensi yang ada dalam diri mereka.

Tanggapan
Pertama, politik kekuasaan Machiavelli sangat rapuh karena hanya mengandalkan strategi perhitungan penguasa. Jika penguasa tidak mampu menarik hari rakyat, maka dia akan turun. Pada posisi ini seorang pangeran harus memiliki aura yang memikat rakyat, sehingga dia mampu mengendalikan semua rakyat. Politik kekuasaan Machiavelli berpontensi menimbulkan penggunaan kekuasaan yang salah.

Penguasa bisa saja melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap rakyat yang tidak setuju dengan kebijakannya. Hubungan antara penguasa dan rakyat hanya sebatas perhitungan untung-rugi. Penguasa harus mengambil kebijakan yang menguntungkan rakyat dan juga dirinya sehingga posisi tidak terganggu.
Kedua, politik kekuasaan Kant merupakan akar lahirnya kapitalis. Masyarakat diberikan kebebasan untuk berkompetisi akan menimbulkan jurang pemisah yang sangat dalam antara kelas sosial dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena setiap individu diberikan potensi yang berbeda-beda. Ada rakyat yang memiliki potensi yang lebih sehingga dia bisa cepat berkembang dan sukses, tetapi ada juga rakyat yang memilki potensi yang rendah sehingga perkembangannya akan lamban. Dari sinilah akan muncul berbagai macam persoalan yang dapat merusak kehidupan bersama.

Ketiga, semangat kesamaan berlebihan yang ditekankan oleh Montesquieu akan membawa dampak bahwa setiap orang memiliki kesamaan dalam memberikan perintah melebihi orang-orang yang telah dipilih untuk menjalankan pemerintahan. Konsep ruang publik yang ditekankan oleh Hanna Arendt mengadaikan adanya keragaman dalam suatu masyarakat( misalnya: satu ras, agama, kultur dll). Hanna Arendt tidak menjelaskan bagaimana ruang publik jika berhadapan dengan suatu masyarakat multikultural, seperti Indonesia?

Penutup
Konsep politik kekuasaan setiap orang sangat tergantung pada pandangan orang itu tentang manusia. Selalu ada korelasi antara gambaran tentang manusia(antropologi) dengan tindakan politik pemimpin. 1+1 = 2 itulah sebuah matematika murni dan jawaban atas persoalan selesai. Akan tetapi, dalam matematika politik kekuasaan, jawaban yang pasti hanya tergantung adanya kesesuaian antara perhitungan dan konteks.

Diakhir tulisan ini, saya mengajak para pemimpin dan rakyat untuk belajar “matematika” sehingga Anda tidak terjerat dengabn kebijakan yang anda ambil.

Daftar Pustaka

Budi Hardiman, F. 2009. Filsafat Politik( edisi embrional, diktat kuliah). Jakarta: STF Driyarkara
Curtis, Michael.1962. The Great Political Theorie(Vol II). New York: Avon Books
Russel, Bertnand. 2007. Sejarah Filsafat Barat. Jakarta: Pustaka Pelajar
( Tim Penerjemah : Sigit Jatmiko, dkk)
Boranndori, Giovanna.2005. Filsafat dalam masa terror. Jakarta: Kompas
( Penerjemah: Alfons Taryadi)
Magnis Suseno, Franz. 2003. Etika Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Haryatmoko. 2003. Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: Kompas

Bastian Gaguk Paper Filsafat Politik STF Driyarkara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s